Branding itu Penting, Studi Kasus Nigeria

Minggu lalu, saya belajar tentang Nation Branding atau branding suatu negara di kelas Manajemen Merk. Dari sana saya baru tahu kalau negara yang sebenarnya dan seharusnya fantastis bisa kelihatan jelek kalau branding-nya buruk.

Nigeria, Kinerja Bagus Citra Buruk.

Disana saya diberi contoh Nigeria, negara yang orang Indonesia tidak terlalu kenal. Mungkin kita tidak pernah langsung berhubungan dengan Nigeria secara politis. Jadi wajar kalau top of mind saya tentang Nigeria adalah “Nigga“. Karena pengejaannya mirip.

Nigeria terkenal dengan scheming nya yang membuat turis enggak percaya dengan Nigeria. Takut ditipu katanya. Scheming ini dulu sangat terkenal di internet. Ada seorang pangeran dari Nigeria yang katanya mau nitip duit di rekening kita dengan syarat kita ngasih uang buat biaya transfer. Tentu saja itu bohong karena enggak ada yang namanya pangeran Nigeria karena Nigeria negara republik. Tapi banyak yang ketipu juga.

prince nigeria scammer
Salah satu dari sekian banyak ‘pangeran’ di Nigeria.

Nigeria is not a Scheming Country.

Nigeria sebetulnya bukan negara penipu. Menurut HotForSecurity, 61% dari scammer tentang pangeran Nigeria berasal dari US, hanya 6% yang berasal dari Nigeria. Jadi sebenarnya pemerintah Nigeria enggak tahu apa-apa. Tapi mereka kena getahnya.

Menurut Country Brand Index (indeks brand-brand negara di dunia yang dipublikasi FutureBrand), Nigeria adalah salah satu negara dengan persepsi jelek sedunia. Selain Nigeria ada Ukraine dan Bangladesh. Nigeria bahkan tidak lebih terkenal dari Ghana maupun Zimbabwe.

Padahal kinerja ekonomi Nigeria lebih baik dari negara-negara yang tadi saya sebutin. Industri perfilman Nigeria, Nollywood adalah industri perfilman terbesar kedua di dunia mengalahkan Hollywood dalam jumlah output film. Nomor satu tentu Bollywood, filmnya banyak banget.

Orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote adalah orang Nigeria. Dan World Bank meng-klasifikasikan Nigeria sebagai negara menegah, bukan negara miskin. Ditarik lagi dari contoh diatas, Zimbabwe yang mata uangnya hancur pun lebih bagus brandnya dibanding Nigeria.

Belajar dari Nigeria

Scheming sudah terlalu melekat dengan Nigeria. Persepsi dari masyarakat dunia tentang Nigeria sudah terwakilkan buruk lewat Country Brand Index. Nigeria merupakan salah satu contoh brand yang jelek untuk sebuah negara.

Sebenarnya kan sadar tak sadar banyak perusahaan yang mirip dengan Nigeria. Mereka punya produk yang bagus tapi karena tak sadar brand, perspektif orang tentang produk mereka bisa jadi jelek.

Jadi sampai kapan baru mau sadar brand itu penting? Di tulisan selanjutnya saya akan bahas apa dampak nya kalau brand jelek. Share post ini ya!