The Most Digital Nation – Estonia

Jadi saya ketemu salah satu diskusi dengan Chief Digital Officer pertama di White House, Jason Goldman. Emang keren banget yah, Amerika punya chief digital yang khusus membantu masyarakat Amerika menjalin hubungan dengan pemerintah.

But anyway disini saya bukan mau ngebahas tentang Bapak Jason, melainkan ngebahas salah satu percakapan yang dilakukan mereka yaitu Negara mana yang paling berhasil men’digital’kan pemerintahan mereka. Bukan Amerika Serikat, melainkan Estonia.

It’s a bit shocking buat saya karena selama ini saya selalu nyangka kalau negara yang paling digital ya pasti negara yang paling powerful, ya pasti Amerika Serikat. Tapi Jason Goldman sendiri bilang seperti ini

You’re right to highlight Estonia as a great example of digital government working well – they are doing great work. The key to attracting tech talent is the same in private and public sector – you need to pose really big challenges that can affect large numbers of people. There’s an abundance of those when you’re talking about the work of an entire government. The specific pitch that got me excited to work here was “You’ve worked on a large number of big platforms that have affected a huge number of people but what if you worked on something that was explicitly value positive; that was trying to make a difference.” That still inspires me every day.

Jason Goldman

Well, saya sempet research tentang Estonia dan emang ketemu beberapa fakta yang mengejutkan dari Estonia sendiri. Estonia adalah salah satu dari Founder dari Digital 5, sebuah perkumpulan 5 negara yang mengasung digital government untuk memperkuat ekonomi dunia secara digital. 5 negara ini terdiri dari Estonia, Israel, New Zealand, Korea Selatan, United Kingdom. Sangat keren menurut saya karena Estonia itu negara antah berantah yang baru saya denger pertama kali. Selain itu menurut InternetLiveStats 91,4% penduduk Estonia adalah pemakai internet aktif. Sangat jauh dibandingkan dengan Indonesia yaitu hanya 20,4%.

Estonia yang sekarang jumlah penduduknya 1,3 juta orang, sudah punya sistem e-banking yang dirancang dari awal 90-an. Dari industri perbankan lah pertama kali strategi e-government dijalankan. Strategi ini sangat berhasil karena sekarang hampir 99,6% transaksi perbankan dilakukan melalui e-banking.

Sebenarnya salah satu kunci dari keberhasilan e-government Estonia adalah kemudahan dalam penggunaan. Estonia punya sistem KTP khusus (Electronic ID Card) yang bisa berfungsi tidak hanya sebagai KTP tetapi juga nomor pajak, kartu asuransi pemerintah, kartu pemilu, paspor untuk EU (European Union), digital signatures, mengakses database pemerintah untuk mengetahui medical record, history pajak, dll. Intinya semua akses digital di Estonia bisa diakses dengan kartu itu. Jika kartunya hilang, tidak perlu ke kantor pemerintah Estonia, cukup ke polisi/pegawai terdekat untuk meminta pemblokiran kartu. Simpel.

Selain itu juga Estonia adalah negara pertama yang memperbolehkan pemilu online pada tahun 2005. Sebagai catatan, pada tahun 2011 pemilu di Estonia mendapatkan suara 24% dari pemilih online. Kemudahan dalam pemilihan umum juga dirasakan saat pengisian pajak. Pengisiannya hampir segampang membuat akun facebook. Hanya next > next > next > submit. Hal ini dikarenakan data lain seperti pendapatan, biaya, dll sudah masuk dalam sistem dan semua sudah dikelola oleh pemerintah.

Sebagai orang Indonesia yang sudah lama ngerasain lamanya proses kerja birokrasi, saya cukup takjub. Jatoh-jatohnya saya gak perlu nunggu berjam-jam cuma buat nunggu perpanjangan STNK yang sebenarnya bisa dibikin automated. Kan kemudahan seperti ini akan lebih kerasa manfaatnya daripada pembangunan taman kota.

Teknologi Estonia memang canggih, tapi itu bukan hasil dari sihir. Estonia pada awal perancangan e-government ingin memasang satu server utama yang sangat besar, namun mereka menemukan kendala bahwa itu mahal. Jadi mereka melakukan terobosan dengan mengeluarkan project “X-road” yang menjadi basis digital di Estonia sekarang.

X-road singkatnya adalah jembatan dari semua informasi dari semua sektor, X-road memfasilitasi pemindahan data antar komputer sektor pemerintah maupun swasta untuk saling bertukar informasi. Sektornya mencakup seluruh sektor yang ada di Estonia, mulai dari Daftar asuransi, daftar penduduk, dokumen-dokumen penting, sampai ke industri energi, bank, dan telekomunikasi yang sebagian dipegang swasta.

Tentu dibutuhkan kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah mengenai hal ini, dan hal ini difasilitasi oleh digital signature yang terdapat pada electronic card Estonia. Beberapa negara sangat tertarik dengan konsep ini, Finland dan Jepang menyatakan ingin mencoba mengimplementasikan program ini ke negara mereka namun pasti untuk awal akan ada constrain dari sisi teknis. Namun selalu diingat bahwa constrain sesungguhnya bukan dari sisi teknis namun dari kemauan negara dan masyarakat untuk berubah.

Estonia adalah negara yang baru lagi tahun 1991 dan saat mereka merdeka, mereka berada di titik dimana negara lain sudah sangat maju. Estonia tentu tidak bisa bersaing dengan cara negara eropa lainnya. Estonia menggulingkan penguasa komunis dan memilih menteri yang rata-rata berusia 20 tahun dan memiliki pemikiran disruptive.

Estonia adalah negara start-up. Bukan hanya dari cara mereka bekerja, namun yang terpenting adalah dari mindset. Jika Amerika Serikat ingin mengimplementasikan sistem X-road, tentu mereka tidak akan perlu sistem Obamacare yang memakan biaya sangat besar, hanya untuk membuat daftar masyarakat yang butuh asuransi, karena datanya sudah ada. Mindset seperti Estonia akan sangat sulit dilakukan oleh negara besar karena sesuatu yang diubah bukan hanya berskala besar, namun sangat bersifat fundamental.