Apakah Digital Marketing itu IT?

Salah satu hal yang menurut saya perlu waktu untuk menjelaskan adalah orang digital marketing berbeda dengan orang IT. Bahkan di kantor agency tempat saya bekerja, saya dan tim tidak ada orang IT satupun. Jadi apa bedanya?

Siapa itu Orang IT?

Orang IT sejatinya adalah orang yang berkutat dengan teknologi dalam sisi yang sangat teknis. Ada alasan kenapa kita seringkali kebingungan dengan penjelasan pekerjaan orang IT karena berkaitan dengan bahasa-bahasa yang kita tidak familiar.

Seringkali digital marketing yang berkaitan dengan internet dan berbagai macam hal magis yang dianggap canggih sering dikaitkan dengan ilmu IT, dan jawabannya memang iya. Tanpa orang IT, tidak akan ada infrastruktur internet, tidak ada aplikasi search engine yang menggantikan fungsi perpustakaan, tidak ada sosmed yang menghubungkan kita semua, dan lain-lain.

*disini saya secara sengaja memsimplifikasi definisi orang IT hanya untuk mempermudah penjelasan

 

Miskonsepsi yang terjadi

Namun seringkali terjadi blunder saat mengira dunia IT sama dengan dunia digital marketing. Karena Digital Marketing, pada dasarnya adalah marketing biasa yang platformnya ada di tempat digital.

Saya seringkali mendapat cerita maupun kisah-kisah yang intinya mengatakan kesulitan untuk mencari resource digital marketing. Kisah-kisah ini sangat wajar terutama untuk perusahaan yang skala nya cukup besar untuk melakukan manuver pembentukan divisi baru. Jadinya divisi digital marketing diambil dari orang-orang IT dan sebagian orang divisi marketing communication. Dan hasilnya sama-sama tidak memuaskan dari pihak perusahaan dan juga pihak divisi yang baru dibentuk.

Alasan paling besar dari alasan-alasan lain adalah skill set yang di punyai sangat berbeda. Skill set digital marketing menggabungkan pemahaman marketing dengan pemahaman perkembangan teknologi yang terjadi dan yang dilakukan konsumen.

Saya mengutip sedikit mengenai framework yang biasa saya dan tim pakai untuk melatih kapabilitas digital marketing di TalkDGTL.

TalkDGTL HBBS - 20170407.001.jpeg
Framework TalkDGTL dalam mendefinisikan ahli strategi pemasaran digital.

Dalam hal ini, domain teknologi atau yang biasa disebut secara awam IT hanya 20% dari total skill yang dibutuhkan yaitu dalam pemahaman media digital. Karena perkembangan media digital yang sangat berubah dengan cepat. Contohnya apakah instagram stories akan menjadi format paling ampuh di 2018? Apa perkembangan terbaru dari development website?

Tetapi kemampuan itu saja tidak cukup karena seorang ahli strategi digital marketing membutuhkan kemampuan sensitivitas tren juga, sosmed mana yang lagi populer dan konten apa yang lagi populer. Apa topik yang bisa kita angkat untuk memperkuat brand?

Selain itu juga dibutuhkan kemampuan strategi bisnis dan pemasaran. Tidak ada orang yang suka kita promo-promo terus. Apa value yang bisa didapatkan orang jika follow akun sosmed kita? Blunder-blunder yang terjadi seringkali tidak mengindahkan konsep pemasaran yang simpel.

Lalu dibutuhkan juga kemampuan kreativitas dan inovasi, bagaimana membuat diferensiasi media yang akan kita tampilkan ke khalayak netizen. Apa inovasi-inovasi baru yang belum dilakukan oleh kompetitor?

Yang terakhir adalah kemampuan analisik dan analisis data, bagaimana cara mengetahui effort marketing yang dijalankan itu efektif. Seberapa banyak orang yang datang ke website karena kita membeli jasa influencer?

Semua skill yang digabungkan inilah yang membuat seorang digital marketer, digital marketer. Tentu kita tidak bisa overestimate satu orang bisa memiliki semua skill sekaligus. Dalam kenyataannya akan ada orang-orang yang saling bahu membahu untuk melengkapi satu sama lain. Contoh dalam perkembangan dan deployment teknologi baru, mungkin orang IT akan lebih cepat memahami konsep dan cara kerjanya dibanding orang marketing.

 

Sedikit Kesimpulan

Tulisan ini muncul dari kegelisahan yang saya rasakan dari dua pihak. Satu pihak perusahaan yang merasa divisi digital marketingnya tidak sesuai harapan. Dan satu lagi dari pihak divisi digital marketingnya yang merasa kesusahan memenuhi ekspektasi. Pemahaman dari kedua pihak yang saya coba curahkan ini saya harap bisa menjembatani komunikasi yang lebih baik lagi antara dua pihak tersebut.

Selain itu juga harapan saya gambaran sebuah ahli digital marketing menjadi lebih utuh karena paham dari berbagai jenis sudut pandang. Perusahaan sangat butuh value dari seorang ahli digital marketing seperti ini, dan saya rasa kita sadar bahwa skill ini bukan skill yang baru-baru amat sebetulnya.