Apakah Digital Marketing Mahal?

Salah satu faktor yang membuat perusahaan agak hati-hati dalam mencoba digital marketing adalah biaya. Terkadang biaya menjadi sebuah hambatan terutama disaat perusahaan belum mengetahui medan yang akan ditempuh. Tidak ada orang yang suka membeli kucing dalam karung.

Investasi yang mahal belum tentu akan menghasilkan return yang setimpal. Namun jika yang dikeluarkan terlalu sedikit, ekspektasi juga tidak boleh gede-gede amat. Dilema yang dialami mayoritas perusahaan wajar sekali karena memang digital marketing bisa dibilang domain yang belum lama ada.

Kenapa digital marketing dianggap mahal?

Digital marketing untuk dalam sekian waktu yang lama dianggap sebagai eksistensi kita didalam internet, terutama website. Dan biaya pembuatan website memang tidak murah. Apalagi jika fungsinya terlampau canggih.

Selain itu juga dengan adanya perkembangan campaign-campaign viral. Anggapan digital marketing mahal makin kencang. Padahal belum tentu yang dibutuhkan adalah sesuatu yang mewah.

Biaya yang akan dikeluarkan digital marketing

Seperti yang sudah saya cantumkan sedikit diatas, salah satu biaya paling besar dari digital marketing adalah biaya pembuatan satu platform. Dalam hal ini biasanya terlokalisir di pembuatan website dan app.

Pembuatan platform ini biasanya mahal murahnya tergantung fungsi yang akan didapatkan. Contohnya dalam kasus membuat website ecommerce dan website blog seperti ini tentu berbeda. Fungsi yang dimiliki website blog hanya memuat konten, berbeda dengan website ecommerce yang tentu lebih kompleks dan punya fungsi-fungsi seperti integrasi dengan gudang, otomasi pembayaran, integrasi dengan proses dan konfirmasi pengiriman, dan lain-lain.

Selain itu menurut saya biaya yang harus disiapkan untuk keluar adalah biaya pembuatan konten. Konten adalah nyawa di digital, karena basisnya semua pengguna internet hanya mengonsumsi media. Tanpa konten, semua yang kita publikasi di digital terkesan promosi.

Konten sendiri terbagi menjadi beberapa format, yaitu text, grafis, video, dan yang terbaru format audio (podcast). Seberapa mahal proses pembuatannya? Tergantung. Format yang lebih kompleks biasanya akan cenderung lebih mahal namun format yang simpel seperti text dan grafis juga belum tentu murah. Semua terpulang dari kemampuan copywriter dan designer. Ada harga ada barang lah.

Selain itu biasanya ada biaya-biaya lain seperti biaya software yang mendukung efektivitas dan efisiensi seperti project management, analytics, email marketing, dan sebagainya. Biasanya ini sifatnya opsional untuk perusahaan yang baru memulai, tergantung dari kebutuhan pasarnya juga.

Faktor yang menentukan kemahalan digital marketing

Oke, sekarang masuk ke faktor yang menentukan kemahalan ya. Mahal tidaknya sebuah digital marketing ini tergantung dari strategi yang akan dijalankan. Ada beberapa faktor yang menurut saya bisa menjadi landasan yaitu:

1. Tujuan digital marketing

Tujuan sangat penting untuk di define, karena banyak sekali attempt percobaan digital marketing yang tidak mempunyai tujuan khusus. Dan biasanya attempt seperti ini lumayan mahal karena tidak tahu apa yang dikejar.

Jika sudah tahu tujuan digital marketing, biasanya kalau dari pengalaman saya pribadi terbagi menjadi dua, fokus ke awareness atau fokus ke sales. Fokus ke awareness berarti biaya digital marketing akan terpulang ke seberapa luas segment yang ingin dikejar. Jika upaya lebih fokus ke sales, maka yang dihitung adalah berapa target sales yang ingin dikejar.

2. Segment pasar yang dituju

Segment pasar mempengaruhi biaya dari berapa banyak segment yang ingin dikejar dan berapa jumlah segment tersebut. Semakin banyak segment maka pendekatan komunikasi yang digunakan akan berbeda-beda sehingga berakibat strategi tidak bisa asal tembak. Harus sangat spesifik

Jumlah audiens dalam segment akan membantu memberikan gambaran berapa budget yang dibutuhkan. Semakin banyak yang ingin dikejar maka alokasi juga harus makin tinggi.

3. Channel digital yang dipakai

Perusahaan ingin eksis dimana saja sih? harus punya akun instagram kah? facebook kah? punya newsletter kah? punya portal berita sendiri kah? Semua entitas yang dibangun harus diurus dan diberi konten yang tepat untuk masing-masing audiens.

4. Kekuatan brand

Kekuatan brand ini menjadi salah satu yang membuat biaya strategi menjadi mahal sekali atau murah sekali. Pertanyaan yang menjadi dasar adalah apakah brand perusahaan bisa jadi aset yang diamplifikasi di digital?

Jika jawabannya adalah iya, biasanya strategi akan lebih efektif dan membutuhkan effort yang tidak setinggi dibanding aset brand yang tidak bisa dipakai. Banyak kasus di dalam kantor saya dimana klien maupun calon klien bisa memanfaatkan kekuatan brandnya untuk diamplifikasi di digital dan hasil yang didapatkan lebih cepat.

Kenapa ini mempengaruhi biaya? Digital marketing sejatinya seperti marketing pada umumnya. Terdapat percobaan-percobaan yang mayoritas akan gagal dalam upaya menimbulkan kredibilitas perusahaan. Bisa dari segment yang tidak merespon, bisa dari format konten, bisa dari banyaknya issue yang harus ditackle. Kekuatan brand membuat proses experiment ini lebih cepat mendapat hasil.

Jadi seberapa mahal digital marketing?

Jawabannya masih sama, tergantung. Namun kali ini dalam konteks yang lebih konkrit. Ada upaya digital marketing yang akan sangat mahal, jika memakai paket komplit semuanya ada. Namun saya rasa akan lebih bijak jika yang dicoba adalah sesuatu yang memang dirasa butuh dan bisa diukur.

Yang biasa saya dan tim edukasikan kepada klien maupun calon klien adalah pemahaman tahapan transformasi digital. Ada tahapan-tahapan yang disusun khusus untuk mempersiapkan transformasi digital perusahaan, sehingga biaya yang dikeluarkan juga sangat bertahap. Misalnya bulan pertama kita fokus punya website bagus, bulan ketiga hadir di semua sosial media, bulan keenam fokus ke email marketing, dan seterusnya. Tahapan-tahapan yang fungsinya constraint juga bisa dijadikan validasi growth bisnis.