Apakah Perusahaan Harus Eksis di Semua Media Sosial?

Pola yang terjadi saat transformasi digital

Transformasi digital dirasakan butuh. Semua perusahaan tidak ingin ketinggalan. Tetapi masih terlihat pola-pola aneh yang jika ditarik kesimpulan, masih kagok. Perusahaan masih kebingungan dalam menjalankan transformasi digital.

Pola-pola yang sering terlihat adalah punya website, namun isinya hanya company profile. Lalu eksis di semua media sosial, yang nantinya jarang diisi dengan update yang relevan. Website yang isinya company profile mungkin tidak ada value untuk konsumen awam. Hal yang sama terjadi di media sosial yang jarang update. Semua serba kelihatan kagok.

Padahal upaya transformasi digital, seharusnya memberikan dampak transformasi dalam proses bisnis, atau proses marketing dulu lah. Terlebih ironi yang terjadi, perusahaan juga sadar effort yang mereka lakukan tidak efektif.

Kenapa media sosial?

Transformasi digital sekarang identik dengan eksis di media sosial. Media sosial menjadi satu-satunya platform yang dilihat oleh perusahaan.

Kehadiran media sosial memang awalnya menjadi penghubung semua orang. Tetapi dengan adanya bermacam-macam media sosial,  sekarang audiens bisa memilih media sosial apa yang paling relevan untuk dirinya. Patokan anak gaul biasanya mencari medis sosial yang tidak banyak orang tuanya. Akibatnya perusahaan juga punya pilihan platform media sosial yang ingin dipakai.

Yang cukup mengagetkan, persepsi media sosial yang paling penting harus dipakai itu tergantung media sosial apa yang dipakai orang paling penting di perusahaan itu. Kalaupun perusahaannya B2B super serius yang kliennya mungkin di luar negri tetapi CEO nya paling sering pakai instagram, media sosial paling penting mutlak instagram.

Kenyataan yang terjadi di audiens

Contoh sebelumnya saya bahas bukan mengarah ke kewenangan CEO. Tetapi lebih ke pola pikir yang menurut saya terbalik. Media sosial perusahaan pada akhirnya diinginkan menjadi sebuah senjata marketing perusahaan. Yang berarti kita ingin respon media sosial yang masuk adalah respon audiens yang sesuai dengan keinginan kita.

Salah satu hal yang membuat media sosial agak tricky adalah topeng yang kita pakai di media sosial tidak selalu sama. Saat kita masuk ke instagram, seolah-olah kita menjadi orang paling populer sedunia, yang mengetahui infotainment sejagad artis lambe turah. Tetapi saat kita masuk ke linkedin, baju-baju pantai yang nempel berubah menjadi jas dan pantofel. Rapih.

Hal diatas membuat perusahaan harus mem-treat masing-masing media sosial dengan cara yang berbeda. Tidak bisa asal tembak untuk semua. Ada media sosial yang cocok untuk bisnis A, namun tidak cocok untuk bisnis B.

Kesesuaian segment dan media sosial

Sebetulnya hal pertama yang harus dilakukan sebelum merencanakan media sosial adalah mengetahui segment audiens. Segmentasi audiens adalah hal yang wajib saya dan tim di kantor lakukan untuk semua klien. Intinya orang seperti apa audiens yang ingin dikejar. Proses segmentasi yang mendalam bisa memberikan gambaran mengenai siapa segment dan dimana mereka berada.

Pengambilan keputusan platform media sosial akan lebih tepat jika kita sudah tahu persis media sosial apa yang akan mereka pakai. Selain itu perusahaan juga akan terbantu dengan ide-ide konten yang diinspirasi oleh mengetahui behavior segment.

Bagaimana jika segment tidak pakai media sosial?

Agak tricky. Menurut saya sekarang hampir tidak ada orang yang tidak pakai media sosial. Tetapi kalau tidak aktif, mungkin banyak.

Pada kasus-kasus project di kantor saya, ada beberapa perusahaan yang kami tangani dan tidak membutuhkan media sosial. Simply karena segmentnya tidak terlalu aktif di media sosial. Tetapi bukan berarti tidak ada yang tidak bisa dilakukan.

Biasanya yang dilakukan adalah mencari platform lain selain media sosial yang lebih sering dipakai segment. Kemungkinan platform yang pasti dipakai adalah email dan website. Mungkin ada orang yang tidak aktif di media sosial tetapi hampir semua orang punya email. Selain itu sarana informasi resmi yang selalu diingat untuk diakses jika ingin mencari informasi adalah website.