Hiperinflasi: Apa, Kenapa, dan Bisa Apa?

Kita sedang berada dimasa yang aneh. Dunia sedang porak poranda, aktivitas sangat dibatasi, namun ekonomi terlihat paling bagus dari 10 tahun terakhir. Apa yang terjadi?

Disclaimer, tulisan ini bukan saran investasi. Saya bukan analist ekonomi makro beneran, namun hanya alumni S1 ekonomi yang berusaha mencari tahu kejanggalan dunia pasca-covid ini.

Bermula dari Twitter

Semua ini bermula saat saya kembali aktif bermain Twitter (buat yang aktif bisa follow saya). Ada beberapa kejanggalan di dunia pasca covid yang menurut saya jarang di bahas di Indonesia, jadi saya mulai mengikuti topik-topik sampai menemukan tweet dari Jack Dorsey, yaitu:

Pertama-tama, apa itu hiperinflasi? penjelasan simpel yang saya pahami adalah keadaan saat peredaran uang lebih banyak dibanding supply barang jadi nilai uang yang kita miliki turun secara drastis. Keyword nya disini drastis karena setiap tahun memang kalau ekonomi negara lagi bagus, nilai uang kita turun, tapi gak sedrastis saat hiperinflasi.

Laju inflasi Indonesia tahun 1998-2001

Indonesia pernah beberapa kali mengalami hiperinflasi, yang paling terakhir dan masih saya ingat itu saat kejadian 98. Tingkat inflasi Indonesia naik tajam sampai 77.63% yang menyebabkan nilai uang Indonesia langsung turun drastis. Ekonomi langsung berantakan karena ketidakstabilan mata uang membuat harga barang menjadi tiba-tiba mahal. Saya sendiri pernah mendengar cerita harga barang yg berubah setiap jam saat tahun 1998 karena sefluktuatif itu.

Kasus ini bukanlah kasus yang langka, ada banyak negara yang bisa tiba-tiba jatuh miskin karena terkena hiperinflasi seperti Venezuela, South Sudan, Zimbabwe dan lainnya.

Trigger Hiperinflasi

Apa saja faktor yang membuat hiperinflasi? secara sederhana ada 2 hal yang harus dipenuhi yaitu:

  1. Penambahan supply uang
  2. Kenaikan harga barang karena supply terbatas

Mari kita bahas alur umum saat terjadinya hiperinflasi:

  1. Terjadi penambahan supply uang, biasanya diikuti dengan penurunan suku bunga
  2. Uang bertambah, suku bunga turun = masyarakat lebih konsumtif dan permintaan terhadap barang meningkat. Yang tadinya cuma 100 orang per minggu bisa beli mobil jadinya 200 orang per minggu
  3. Supply barang gak bisa ngikutin, harga barang meningkat untuk memenuhi demand yang membludak.
  4. Satu harga barang naik, yang lain ngikutin. Semua harga barang naik, nilai uang kita turun. Tadinya beli cabe sekilo 50 ribu jadi 100 ribu.
  5. Supply uang banyak > konsumsi naik > harga barang naik. Lalu apa selanjutnya? masyarakat yang gak mampu beli karena uang pas-pasan ya gak bisa ngapa2in. Disini tanda-tanda chaos terjadi. Biasanya yang dilakukan adalah subsidi harga barang, namun supply uang terlalu banyak dan harga pun sudah terlalu tinggi.

Itu gambaran yang bisa terjadi sebelum hiperinflasi. Terlihat mengerikan namun kita sekarang ada diposisi mana?

Kondisi Sekarang

OK, jadi ini fakta-fakta yang saya temukan dari Google.

Grafik cetak US dollar dari Federal Reserve tahun 1975-2021

Salah satu faktor yang membuat banyak orang di US takut terjadi hiperinflasi adalah chart ini. Hampir 40% dari total US dollar yang beredar dicetak dalam 12 bulan terakhir. Segede itu stimulus ekonomi yang diberikan US untuk menopang defisit anggaran dan semua ketidakstabilan selama COVID-19 berjalan.

Uang udah diprint nih, mau dipake buat apa? Salah satu program Joe Biden adalah memberikan check stimulus, mirip bansos lah kalau di Indo. Tujuannya adalah memsubsidi masyarakat yang tidak bisa mencari nafkah selama pandemi berjalan. Teorinya kan duitnya dipake buat makan ya, tapi trend yang sedang terjadi juga adalah duit itu bisa dipake investasi.

Tapi masa sih orang kepikiran investasi lagi susah begini?

Grafik S&P 500 tahun 1981-2021

S&P 500 sedang dalam posisi all time high, saat ekonomi dalam subsidi gede-gedean dan semua kegiatan dibatasi.

Grafik total market cap cryptocurrency tahun 2013-2021

Crypto juga lagi tinggi-tingginya guys, investasi dan growth yang masuk ke crypto juga gak kalah banyak dengan berbagai macam coin yang bermunculan.

Grafik harga emas tahun 1973-2021

Emas juga lagi dalam posisi paling tinggi dalam 30 tahun terakhir.

OK semua orang lagi jago dong investasinya ya. Kayaknya kalau melihat social media gak ada yang bilang “nabung, nabung, dan nabung” lagi, tapi ganti ke “trading, crypto, dan cuancuancuan”.

Kita masih ngomongin US ya, tapi Anda harus sadar kalau US adalah powerhouse. Dia krisis, kita kena getahnya guys. Dan trend ini juga terjadi loh di Indonesia.

Rasio Utang Pemerintah terhadap PDB tahun 1996-2021

Indonesia bukan economic powerhouse yang bisa cetak uang seenak jidat. Bisa langsung turun nilai rupiah. Namun rasio utang kita meningkat saat COVID-19 untuk memsubsidi semua stimulus ekonomi yang diberikan. Pemerintah Indonesia sudah beberapa kali mengeluarkan bond jangka panjang untuk ini. Jadi supply uang juga ditambahkan agar masyarakat Indonesia tetap bisa survive.

Apa yang bisa dilakukan?

Saya gak bisa menyimpulkan akan terjadi hiperinflasi karena ini bukan keahlian saya, namun riset mandiri yang saya lakukan terdengar sangat make sense. Namun bagaimana jika beneran terjadi? Apa yang bisa kita lakukan sebagai rakyat kecil biasa yang bukan sultan?

Bayar Utang

Kalau Anda punya utang, cepet-cepet bayar deh. Kalau mau ngutang baik utang KPR, utang produktif, maupun utang konsumtif, pikir-pikir berkali kali lipat apakah Anda bisa bayar utang tersebut? Kita gak pernah tahu apa yang terjadi dimasa depan. Kalau yang bayar utang pake income kerja coba pertimbangkan apakah peluang perusahaan survive tinggi. Kalau gak berani jangan ngutang dulu deh.

Re-invest

Untuk yang lagi merasa diatas angin, investasi lagi bagus-bagusnya coba dipikir ulang. Para billionaires di dunia sekarang lagi take profit loh, tau gak? Elon Musk, Jack Dorsey, Mark Zuckerberg, dkk. Kalau mereka take profit dan Anda baru invest berarti Anda punya 2 hipotesis:

  • Anda melihat peluang cuan yang gak dilihat para billionaires ini
  • Atau Anda yang terlalu pede

Ambil kesimpulan sendiri. Ada beberapa asset yang dianggap cukup aman melawan inflasi seperti properti dan emas yang bisa dipertimbangkan.

Siap-siap turun kelas

Pas PPKM kan kerasa tuh biaya-biaya turun karena kita gak perlu pamer beli ini itu. Nah harus dipertahanin. Siap-siap turun kelas, belanja dan masak makanan sendiri, beli barang second namun masih bagus, dan lainnya. Bahasa kerennya living frugal sampai ekonomi lebih stabil.

Tetap positif

Apapun bisa terjadi, jadi bisa juga upgrade skill diri sendiri sembari melewati masa-masa ini. Atau explore diri sendiri. Toh kalaupun tidak terjadi semua habit ini juga akan menguntungkan dimasa depan. Tetap positif untuk bisa semangat dalam hidup.

Kesimpulan

Riset kecil ini saya kumpulkan untuk kepentingan pribadi memahami kondisi yang terjadi sekarang, namun saya bagikan karena mungkin jadi value buat Anda. Kalau menurut Anda ada argumentasi lain yang bersebrangan tentu kita bisa diskusi dong supaya sama-sama makin prepare.