William Jakfar

5 Bentang: Power Law, Rebranding, Simplify

Hi! 5 hal paling menarik minggu ini:

  1. Tweet tentang power law. Power law itu bilang kalau kita fokusin hal ke yang kecil tapi impactful, dia bisa bikin hasilnya 10x lebih tinggi. Contoh di case menulis buku nya Eric adalah dia fokus 10x lebih ke "Title. subtitle. Cover design. Chapter titles. Order. Editing. Sentence, Paragraph, and Chapter Structure. Part Titles." Karena hal-hal in yang beneran membawa impact lebih gede ke bukunya. Power law ini berlaku ke semua hal sih, kayak di kasus saya Youtube, thumbnail dan title actually matters more than the content. Ada banyak case lain sebenernya. So do you optimize your power law?
  2. Mau cerita sedikit tentang bisnis yang saya kerjain, BelajarGPT. We're doing a bit of rebranding awal bulan ini sebetulnya. Tadinya kita bener-bener fokus jadi tempat membership belajar AI, kayak gym untuk belajar AI lah kasarnya. Tapi setelah testing 3 bulan kita langsung switch ke jualan lifetime class dan jadinya beberapa kelas yang spesifik. Ada beberapa alasan sih:
    • I'm really thinking long term, kayak 10 years. Dengan model di Indonesia, masyarakat nya, daya belinya, daya belajarnya, mana model yang bisa beneran bikin orang mau belajar, tapi at the same time masih bikin saya sebagai pengajarnya sustainable.
    • A lot of things I did to make it sustainable tapi yang paling kerasa sebenernya cost structure. Saya di BelajarGPT itu kayak owner toko kelongtong, semua dikerjain sendiri. Coding sendiri, marketing sendiri, bikin content sendiri, ngajar pun sendiri. Ini saved banyak cost.
    • Another reason adalah we're heavily rely on ads. Alasan utama karena memang kita gak punya banyak tim untuk ngelakuin marketing. Hanya ada saya, dan 1 customer support. Kalau business rely on ads, kita harus optimize model untuk accommodate best practices ads, kayak model pricing, multi sku, etc
    • This is me ranting. Orang indo tuh.... literally beli doang gak belajar. I thought kalo dipasang 1 tahun member-member akan lebih niat belajar, ternyata enggak juga. Jadi mungkin saya menerima semua orang punya waktu belajar mereka sendiri.
    • Last, dan mungkin yang terpenting. AI perkembangannya cepet banget, dan adoptionnya cepet untuk orang-orang yang kadang butuh hal yang lebih spesifik. Contoh misalnya kalo orang mau belajar excel dulu harus hapal rumus dulu. Sekarang ngerti prompt dulu. Mungkin besok tinggal ngomong doang beres. We never know. Jadi I think it's a challenge buat bikin sesuatu yang cukup relevan walaupun AI perkembangannya cepet, tapi tetap adaptif. BelajarGPT Pro mencoba seperti itu dengan tidak terlalu dependent dengan AI yang canggih-canggih dan stick ke AI yang pasti masih ada kedepannya.
  3. Grup temen-temen lagi pada nyobain openclaw, buat iseng-iseng asisten virtual. Apakah ada yang udah nyobain?
  4. Hasil observasi bermain threads dan X. Orang Indo pas bulan puasa ini gampang banget disenggol pakai ragebait, trus viral. Farming engagement. Saya capek banget liatin sosmed akhir-akhir ini. Kadang langsung skip aja dan buka hackernews wkwk
  5. Saya tadi nyetir dan dengerin podcast Tim Ferriss How to Simplify Your Life. Sangat menarik. Beberapa yang pengen saya coba adalah: matiin sosmed, bikin investasi simpel dengan invest ke index fund saja, lebih rutin ke psikolog.

Segitu dulu, sampai jumpa minggu depan. Sehat-sehat yaaa.

Best,

Will