Tools / Gratis
Tes Skala Toleransi Risiko
Website ini nggak nyimpen data apa-apa, semua cuma tersimpan di browser kamu.
Apa itu toleransi risiko?
Toleransi risiko adalah seberapa nyaman kamu melihat nilai investasi naik turun demi peluang hasil yang lebih tinggi. Ada orang yang tetap tenang saat portofolionya turun 20%, ada juga yang langsung panik dan menjual semuanya.
Mengenal toleransi risiko sendiri penting supaya kamu memilih investasi yang bisa kamu pegang sampai tujuannya tercapai. Investasi terbaik di atas kertas nggak ada gunanya kalau kamu jual di saat yang salah karena takut.
Tentang tes ini
Tes ini memakai skala 13 pertanyaan dari John Grable dan Ruth Lytton, peneliti perencanaan keuangan yang skalanya banyak dipakai untuk mengukur toleransi risiko. Pertanyaannya soal sikap kamu terhadap uang, kerugian, dan peluang, bukan soal pengetahuan investasi.
Setiap jawaban punya nilai, lalu dijumlahkan. Dua pertanyaan soal taruhan (nomor 9 dan 10) menanyakan hal yang sama dari dua sisi, jadi nilainya dirata-rata dan dihitung sekali. Skor akhirnya antara 12 dan 44:
| Skor | Toleransi risiko |
|---|---|
| 33–44 | Tinggi (Kamu berani banget ambil risiko). |
| 29–32 | Di atas rata-rata (Risiko kamu lumayan tinggi). |
| 23–28 | Sedang (Risiko kamu pas-pasan). |
| 19–22 | Di bawah rata-rata (Kamu cenderung anti risiko). |
| 12–18 | Rendah (Kamu bener-bener anti risiko). |
Cara memakai hasilnya
Secara umum, makin rendah toleransi risiko, makin besar porsi instrumen yang stabil seperti reksa dana pasar uang, deposito, dan obligasi. Makin tinggi toleransi risiko, makin besar porsi saham atau reksa dana saham yang bisa kamu tahan.
Tapi toleransi risiko baru setengah cerita. Setengahnya lagi adalah kemampuan menanggung risiko: berapa lama uangnya baru dipakai, dan apakah dana darurat sudah siap. Uang untuk kebutuhan dua tahun lagi sebaiknya tetap di instrumen yang aman, seberani apa pun kamu.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah hasilnya bisa berubah?
Bisa. Toleransi risiko biasanya berubah seiring umur, penghasilan, tanggungan, dan pengalaman. Ulangi tes ini setiap kali hidupmu berubah besar, misalnya menikah, punya anak, atau ganti pekerjaan.
Skor saya rendah, berarti saya nggak boleh investasi saham?
Bukan begitu. Skor rendah artinya kamu perlu mulai dengan porsi kecil, pilih produk yang terdiversifikasi seperti reksa dana indeks, dan siapkan dana darurat dulu supaya nggak terpaksa menjual saat pasar turun.
Setelah tahu profil risiko, lalu apa?
Tentukan tujuannya dulu, lalu hitung berapa yang perlu diinvestasikan. Coba kalkulator compounding untuk melihat pertumbuhan investasi bulanan, atau kalkulator dana pensiun untuk tujuan jangka panjang.